Web serba ada

All in one

Pelatihan Pictcher Baseball

pictching-baseball2

Bab 1 – Pengembangan Fisik

Membangun tubuh pitcher meliputi pelatihan pelatihan untuk me-ngembangkan kelenturan, tenaga dan kekuatan jantungnya (cardio vascular). Ketiganya amat penting untuk mengembangkan dan mempertahankan kinerja yang senantiasa tinggi.

Pelatihan kelenturan dan penambahan tenaga berjalan bersama sama. Seorang pitcher harus selalu mengawali dan mengakhiri latihan tenaga dengan latihan peregangan (stretching) untuk melatih kelenturannya.

Peregangan otot sebelum dan sesudah latihan tenaga menjaga agar otot selalu memanjang dan membantu mempercepat pembuangan asam laktat yang tertimbun, sehingga kekuatan dan stamina atlit dapat lebih cepat pulih.

Pelatihan kekuatan amat diperlukan pitcher. Kaki dan otot perut yang perkasa akan menghasilkan tenaga yang kuat ketika melakukan lemparan sehingga kecepatan bola lemparan fastball akan bertam-bah. Latihan tenaga yang benar untuk tangan dan bahu akan meng-hindarkan terjadinya cedera lengan.

Latihan cardiovascular menambah stamina dan daya tahan pitcher sehingga ia dapat bermain lebih lama dengan tingkat kelelahan yang lebih kecil. Pitcher yang sudah lelah akan kehilangan kendali lempar-annya dan juga ia akan amat mudah cedera.

Kelenturan

Kelenturan amat penting untuk kesempurnaan gerakan pitching (pitching mechanics) dan untuk mencegah cedera. Untuk menambah kelenturan, atlit harus meregangkan otot ototnya sejauh jauhnya baik secara sendiri sendiri maupun berkelompok. Dengan kelenturan mak-simal maka ia dapat melakukan lebih banyak gerakan. Atlit berusia muda tak memerlukan peregangan sebanyak atlit yang lebih tua, karena otot otot mereka seharusnya masih lebih elastis. Yang lebih tua perlu melakukan peregangan secara lebih ekstensip untuk men-jaga kelenturannya. Pada usia berapapun, seorang atlit yang mempu-nyai kelenturan yang tinggi akan mengurangi kemungkinan memberi beban berlebihan pada ototnya ketika bermain dan dengan demikian lengan lemparnya akan menjadi lebih ringan (loose) sehingga dapat melakukan lemparan dengan baik dan mudah.

Ada tiga macam peregangan. Peregangan balistik dilakukan dengan gerakan seakan akan ‘pantulan’ (bouncing) untuk menjangkau suatu sasaran (misalnya untuk menjangkau jari kaki). Pada setiap pantulan, diusahakan untuk menambah jarak regangan. Peregangan balistik berbahaya sekali dan seyogyanya dihindarkan, karena dapat dengan mudah menyebabkan terkoyaknya otot. Peregangan statik, atlit berupaya mencapai jangkauan maksimum yang dapat dilakukannya lalu menahannya disitu selama delapan sampai lima belas detik. Jenis ketiga adalah kontraksi isometris dimana setelah tercapai regangan tertinggi dipertahankan selama lima sampai sepuluh detik. Setelah melakukan kontraksi isometris, atlit menambah jarak regangannya dan menahannya lagi. Proses ini diulang sampai jarak gerakan men-capai maksimum.

Peregangan statik yang paling dianjurkan sebagai bentuk latihan peregangan yang utama. Pantulan atau balistik akan semakin berba-haya bersamaan dengan bertambahnya usia atlit dan ketika elas-tisitas ototnya berkurang. Metode regang-iso-regang dapat sangat efektip untuk mencapai kelenturan yang tinggi, tetapi juga dapat sangat merusak jika tidak dipantau dengan ketat. Atlit muda cen-derung amat agresip dan akan mengabaikan tanda peringatan yang diberikan tubuhnya sendiri bahwa maksimum regangan sudah akan dilewatinya. Disamping itu, ada penelitian yang melaporkan bahwa isometrik dapat mengancam jantung.

Pada awal latihan peregangan, perlu dilakukan pemanasan sendi sendi yang berperan dalam peregangan. Pemanasan akan menam-bah aliran darah ke daerah yang akan diregangkan dan akan mem-percepat proses peregangan. Pemanasan dilakukan antara lain dengan melakukan putaran pinggul dan badan atas, ayunan lengan, melakukan lompatan lompatan atau jogging satu putaran. Seorang atlit baru boleh melakukan kegiatan latihan pengembangan tubuh (latihan tenaga, keseimbangan atau cardio-vascular) atau bermain baseball jika ia sudah melakukan peregangan dengan benar.

Program peregangan (untuk usia mulai delapan tahun keatas)

Program peregangan harus dimasukkan sebagai latihan rutin harian seorang pitcher muda terutama ketika ia mulai merasakan adanya kekakuan sehari sesudah ia main sebagai pitcher. Atau latihan peregangan harus dimulai ketika seorang pitcher mulai melakukan latihan penambahan tenaga untuk membina tubuhnya. Latihan latihan peregangan berikut ini meliputi peregangan semua otot atau kelom-pok otot. Keseluruhan program dapat diselesaikan dalam waktu kira kira 15 menit

Peregangan perorangan

Peregangan berikut ini dilakukan tanpa bantuan seorang mitra latihan. Kelompok peregangan ini cukup untuk pitcher yang tak mempunyai masalah tertentu.

Memutar pergelangan kaki

Duduklah dengan sebelah kaki dijulurkan ke depan dan yang sebelah lagi disilangkan diatas kaki itu di sekitar lutut. Dengan kedua tangan, putar pergelangan kaki ke segala arah. Latihan ini membantu meng-hindarkan keseleo. Pertahankan 8 sampai 10 detik lalu ganti kaki sebelahnya.

picture1


Kaki dibawah paha

picture2

Duduk dengan sebelah kaki dijulurkan ke depan. Kaki yang sebelah lagi disilangkan dibawah kaki yang lurus ke depan kira kira dibawah lutut. Jangkau dan pegang dengan kedua tangan pergelangan kaki yang di-atas dan tarik badan atas ke arah kaki. Pertahankan selama 8 sampai 10 detik dan ganti kaki. Latihan ini akan meregangkan bukan saja otot paha belakang (hamstring) tetapi juga otot punggung bawah

Peregangan paha belakang dan otot punggung bawah sambil berdiri

picture3

Tempatkan kaki kiri dengan sudut 45 derajat ke depan dengan ujung jari terangkat. Kaki kanan menghadap lurus ke depan dengan lutut sedikit dibengkokkan. Membungkuklah dan pegang bagian belakang kaki kiri dengan kedua tangan. Tarik badan bagian atas ke arah kaki dan tahan selama 8 sampai 15 detik. Lalu ganti kaki. Latihan ini juga baik untuk meregangkan otot Achilles.

4 Maret 2009 - Posted by | Baseball Softball

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: