Web serba ada

All in one

Teori Perdagangan International

Merkantilisme

Adalah suatu aliran/filsafat ekonomi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad XVI-XVIII serta menguasai penghidupan ekonomi di Negara – Negara Eropa dengan praktek penerapan peraturan yang sangat menguntungkan kelompoknya

Tujuan Merkantilisme

Fase Pertama

Mendapatkan untung yang sebesar – besarnya dari perdagangan luar negeri dengan cara memasukan emas sebanyak – banyaknya

Memperkuat kedudukan raja terutama dalam rangka mendirikan Negara – Negara Nasional

Memupuk kekayaan

Fase Kedua

Melindungi industry yang telah ada dari saingan – saingan luar negari

Adam Smith

Untuk mengatasi praktek – praktek merkantilisme Adam Smith mendesak agar dilaksanakan Free Trade yang berdasarkan landasan – landasan :

Teori devision of labour yang mendorong spesialisasi

Adanya perbandingan biaya yang berbeda – beda dibeberapa Negara

Sistem keuangan international yang berdasarkan emas murni, menjamin stabilitas harga

Teori Klasik

Absolute Advantage ( Adam Smith )

Bahwa setiap Negara akan memperoleh manfaat perdagangan international karena melakukan spesialisasi produk dan mengekspor barang jika Negara tersebut memiliki keunggulan mutlak ( absolute Advantage ) serta import barang jika Negara tersebut memiliki ketidak unggulan mutlak

Comparative Advantage ( David Ricardo )

Teori David Ricardo didasarkan pada nilai tenaga kerja ( Theory of Labour Value ) yang menyatakan bahwa “nilai atau harga suatu barang produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksi barang tersebut.

Produktion Comparative Advantage

Suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan international jika melakukan spesialisasi produksi dan mengeksport barang dimana Negara tersebut dapat berproduksi relative lebih produktif serta relative kurang / tidak produktif

Teori Modern

Eli Heckcher dan Bertil Ohlin ( HO )

Perbedaan opportunity cost sauté produk antara satu Negara dengan Negara lainnya dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi factor produksi yang dimiliki masing – masing Negara. Perbedaan tersebutlah yang dapat menimbulkan terjadinya perdagangan international

Wassily Leontif ( Paradsox Leontif )

Eksport dapat terjadi justru terdiri atas barang – barang yang padat karya / tenaga kerja. Sebaliknya import terdiri atas barang – barang yang padat modal ( capital intersive )

1 Mei 2009 - Posted by | Ekonomi International

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: