Web serba ada

All in one

Etika Dalam Bisnis International

1. Norma – norma moral yang umum pada taraf international.

Salah satu masalah besar yang sudah lama disoroti serta didiskusikan dalam etika filosofis adalah relatif tidaknya norma – norma moral.Kami berpendapat bahwa pandangan yang menganggap norma-norma moral relatif saja tidak bisa dipertahankan. Namun demikian tidak berarti bahwa norma-norma moral bersifat absolut. Pendangan – pendangan itu dibagi menjadi beberapa yaitu

–         Menyesuaikan diri

–         Rigorisme moral

–         Imoralisme naif

–         Kasus bisnis dengan afrika selatan yang realistis

2. Masalah “dumpling“ dalam bisnis international.

Salah satu topik yang jelas termasuk etika bisnis international adalah dumpling produk karena praktek kurang etis ini secara khusus berlangsung dalam hubungannya dengan negara lain.

Dumpling produk bisa diadakan dengan banyak motif yang berbeda salah satu motifnya adalah bahwa sipenjual mempunyai persediaan barang yang terlalu besar sehingga ia memutuskan untuk menjual produk yang bersangkutan tersebut dibawah harga saja daripada produknya sama sekali tidak terjual lebih baik sekurang – kurangnya sebagian biaya produksi dikembalikan walaupun dengan demikian dia tetap merugi.

3. Aspek – aspek etis dari korporasi multinasional.

Fenomena yang agak baru diatas panggung bisnis international adalah korporasi international yang disebut juga korporasi transnasional. Yang dimaksudkan dengannya adalah perusahaan yang mempunyai investasi langsung dalam dua negara atau lebih.Sepuluh aturan etis yang dianggap paling mendesak adalah

–         Korporasi multinasional tidak boleh dengan sengaja mengakibatkan kerugian langsung

–         Korporasi multinasional harus menghasilkan lebih banyak manfaat dari pada kerugian bagi negara dimana mereka beroperasi

–         Dengan kegiatannya korporasi multinasional itu harus memberikan kontribusi kepada pembangunan negara dimana ia beroperasi

–         Korporasi multinasional harus menghormati Hak Asasi Manusia dari semua keryawannya

–         Korporasi multinasional harus membayar pajak dengan Fair

–         Korporasi multinasional harus bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam mengembangkan dan menegakan “ Background institutions “ yang tepat

–         Negara yang memiliki mayoritas saham sebuah perusahaan harus memikul tanggung jawab moral atas kegiatan dan kegagalan perusahaan tersebut

–         Jika suatu korporasi multinational membangun pabrik yang beresiko tinggi ia wajib menjaga supaya pabrik itu aman dan dioperasikan dengan aman

Dalam mengalihkan teknologi beresiko tinggi kepada Negara berkembang korporasi multinasional wajib merancang kembali sebuah teknologi demikian rupa sehingga dapat dipakai dengan aman dalam Negara baru yang belum berpengalaman

13 Mei 2009 - Posted by | Etika Bisnis

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: